pertemuan 1 dan 2

MATERI PKn KELAS VIII SEMESTER 1

BAB 1 (PERILAKU YANG SESUAI DENGAN PANCASILA)

Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari uraian pada bab ini siswa diharapkan mampu menampilkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

A.    Pancasila sebagai dasar negara dan idiologi negara

1.     Pengertian dasar negara

Pancasila terdiri atas dua suku kata, panca berarti liam dan sila berarti asas atau dasar. Sehingga pancasila berarti asas atau lima dasar. Sila-sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang mantap dan tidak dapat dipisahkan.

Pancasila sebagai dasar negara, tidak tertulis secara jelas dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat dan batang tubuh (isi).

a)    Pembukaan UUD 1945

Pada alinea keempat pembukaan UUD’45 disebutkan kelima sila dari pancasila.

b)    Batang Tubuh (Isi) UUD 1945

Di dalam Batang Tubuh UUD 1945 kamu akan menemukan beberapa pasal yang berkenaan dengan kelima sila dari pancasila antara lain sebagai berikut:

1    Pasal 29 ayat (1), pasal ini dijiwai sila pertama, yaitu ketuhanan yang maha esa

2    Pasal 24 ayat (1), pasal ini dijiwai sila kemanusiaan yang adil dan beradap

3    Pasal 27 ayat (1), pasal ini dijiwai oleh kemanusiaan yang adil dan beradab

4    Pasal 27 ayat (2),  pasal ini dijiwai oleh kemanusiaan yang adil dan beradab

5    Pasal 1 ayat (1), dijiwai oleh sila persatuan Indonesia

6    Pasal 1 ayat (2), “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-undang

7    Pasal 2 ayat (1), ketentuan pasal 1 ayat (2) dan pasal 2 ayat (1) dijiwai oleh sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

8    Pasal 33 ayat (1), “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asa kekeluargaan”.

9    Pasal 33 ayat (2), “cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasau hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”

10    Pasal 33 ayat (3), “bumi dan air dan kekayaan alam yang terkanding di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”

11    Pasal 33 ayat (1) “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”. Ketentuan pasal 33 dan 34 ini dijiwai oleh sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2.     Pengertian Ideologi

Pengertian Idoelogi menurut KBBI ialah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk keberlangsungan seseorang atau suatu golongan; paham, teori, dan tujuan yang terpadu merupakan suatu program sosial politik.

Secara etimologi ideology berasl dari 2 kata, yaitu idea dan logis. Kata-kata itu berasal dari bahasa Yunani. Idea berarti “pikiran” dan logis berarti “Ilmu”. Sehingga ideology dapat diartikan sebagai suatu gagasan yang berdasarkan ide tertentu. Jadi, jika ada suatu gagasan yang menjadi pedoman bagi suatu tindakan tertentu, hal itulah yang disebut denganideologi. Selain itu, ideologi menyatakan suatu cita-cita dan mencakup nilai-nilai hidup yang menjadi dasar dan pedoman negara serta kehidupannya.

Dari pengertian ideologi di atas, dapatlah dikatakan bahwa idoelogi pancasila merupakan norma-norma ideal yang dijunjung tinggi oleh setiap warga negara Indonesia. selain itu, nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila menjadi standar moral atau tingkah laku yang dapat menjadi kriteria pemisah antara mana yang baik dan mana yang tidak baik bagi setiap individu bangsa Indonesia.

3.     Bangsa Indonesai memerlukan ideologi Pancsila

Ideologi Pancasila yang merupakan ideology negara dan dasar negara, mempunyai kedudukan penting dalam bangsa Indonesia. sebagi dasar negara, pancasila merupakan dasar bagi semua peraturan perundang-undangan negara Republik Indonesia. Selain itu, Pancasila menjadi dasar bagi perilaku aparatur negara dan pemerintahan Indonesai.

Sebagai sarana pemersatu bangsa Indonesia, Pancasila sebagai fungsi pengikat seluruh bangsa dalam bidang Ideologi, politik, sosia;, budaya, pertahanan, dan keamanan 230 juta penduduk Indonesia. fungsi Pancasila yang demikian, menyebabkan bangsa Indonesia memerlukan keberadaan Ideologi ini demi keberlangsungan hidup bangsa Indonesia.

4.     Berbagai Ideologi Negara di Dunia

a.    Ideologi Liberalisme

Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Liberalisme tumbuh dari konteks masyarakat Eropa pada abad pertengahan. Ketika itu masyarakat ditandai dengan dua karakteristik berikut. Anggota masyarakat terikat satu sama lain dalam suatu sistem dominasi kompleks dan kukuh, dan pola hubungan dalam siste, ini bersifat bersifat statis dan sukar di ubah.

Pemikiran liberal (liberalisme) berkembang sejak masa Reformasi Gereja dan Renaissans yang menandai berakhirnya Abad Pertengahan (abad V-XV). Disebut liberal, yang secara harfiah berarti bebas dari batasan (free from restraint), karena liberalisme menawarkan konsep kehidupan yang bebas dari pengawasan gereja dan raja. Ini berkebalikan total dengan kehidupan Barat Abad Pertengahan ketika gereja dan raja mendominasi seluruh segi kehidupan manusia.

Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme.

Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas. Bandingkan Oxford Manifesto dari Liberal International: “Hak-hak dan kondisi ini hanya dapat diperoleh melalui demokrasi yang sejati. Demokrasi sejati tidak terpisahkan dari kebebasan politik dan didasarkan pada persetujuan yang dilakukan dengan sadar, bebas, dan yang diketahui benar (enlightened) dari kelompok mayoritas, yang diungkapkan melalui surat suara yang bebas dan rahasia, dengan menghargai kebebasan dan pandangan-pandangan kaum minoritas.

Masyarakat yang terbaik (rezim terbaik), menurut paham liberalisme adalah yang memungkinkan individu mengembangkan kemampuan-kemampuan individu sepenuhnya. Dalam masyarakat yang baik semua individu harus dapat mengembangkan pikiran dan bakat-bakatnya. Hal ini mengharuskan para individu untuk bertanggung jawab atas tindakannya, dan tidak menyuruh seseorang melakukan sesuatu untuknya atau seseorang untuk mengatakan apa yang harus dilakukan.

Cirri-ciri ideology liberalism:

1    Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik

2    Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh,termasuk kebebasan bicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers.

3    Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas.

4    Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk.

5    Semua masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian terbesar individu berbahagia.

6    Hak-hak tertantu yang tidak dapat dipindahkan dan tidak dapat dilanggar oleh kekuasaan manapun.

Beberapa Negara di Benua Amerika yang menganut ideology liberalisme Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay dan Venezuela. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme juga danut oleh negara Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto Rico dan Suriname.

b.    Ideologi Komunisme

Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia, selain kapitalisme dan ideologi lainnya. Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19, yang mana mereka itu mementingkan individu pemilik dan mengesampingkan buruh.

Secara umum komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama dianggap candu yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata. Paham komunis berkeyakinan perubahan atas system kapitalisme harus dicapai dengan cara-cara revolusi dan pemerintahan oleh dictator proletariat sangat diperlukan pada masa transisi. Dalam masa transisi dengan bantuan Negara dibawah diktator proletariat, seluruh hak milih pribadi dihapuskan dan diambillah untuk selanjutnya berada dalam control negara. Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.

cirri-ciri ideology komunisme:

Adapun ciri pokok pertama ajaran komunisme adalah sifatnya yang ateis, tidak mengimani Allah. Orang komunis menganggap Tuhan tidak ada, kalau ia berpikir Tuhan tidak ada. Akan tetapi, kalau ia berpikir Tuhan ada, jadilah Tuhan ada. Maka, keberadaan Tuhan terserah kepada manusia.

Ciri pokok kedua adalah sifatnya yang kurang menghargai manusia sebagai individu. Manusia itu seperti mesin. Kalau sudah tua, rusak, jadilah ia rongsokan tidak berguna seperti rongsokan mesin. Komunisme juga kurang menghargai individu, terbukti dari ajarannya yang tidak memperbolehkan ia menguasai alat-alat produksi.

Komunisme mengajarkan teori perjuangan (pertentangan) kelas, misalnya proletariat melawan tuan tanah dan kapitalis. Pemerintah komunis di Rusia pada zaman Lenin pernah mengadakan pembersihan kaum kapitalis (1919-1921). Stalin pada tahun 1927, mengadakan pembersihan kaum feudal atau tuan tanah.

Salah satu doktrin komunis adalah the permanent atau continuous revolution (revolusi terus-menerus). Revolusi itu menjalar ke seluruh dunia. Maka, komunisme sering disebut go international.. Komunisme memang memprogramkan tercapainya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa kelas, semua orang sama. Namun, untuk menuju ke sana, ada fase diktator proletariat yang bertentangan dengan demokrasi. Salah satu pekerjaan diktator proletariat adalah membersihkan kelas-kelas lawan komunisme, khususnya tuan-tuan tanah dan kapitalis.

Dalam dunia politik, komunisme menganut sistem politik satu partai, yaitu partai komunis. Maka, ada Partai Komunis Uni Soviet, Partai Komunis Cina, PKI, dan Partai Komunis Vietnam, yang merupakan satu-satunya partai di negara bersangkutan. Jadi, di negara komunis tidak ada partai oposisi. Jadi, komunisme itu pada dasarnya tidak menghormati HAM.

c.    Ideologi Fasisme

Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham ini, nasionalisme yang sangat fanatic dan juga otoriter sangat kentara. Kata fasisme diambil dari bahasa Italia, fascio, sendirinya dari bahasa Latin, fascis, yang berarti seikat tangkai-tangkai kayu. Ikatan kayu ini lalu tengahnya ada

kapaknya dan pada zaman Kekaisaran Romawi dibawa di depan pejabat tinggi. Fascis ini merupakan simbol daripada kekuasaan pejabat pemerintah.

Pada abad ke-20, fasisme muncul di Italia dalam bentuk Benito Mussolini. Sementara itu di Jerman, juga muncul sebuah paham yang masih bisa dihubungkan dengan fasisme, yaitu Nazisme pimpinan Adolf Hitler. Nazisme berbeda dengan fasisme Italia karena yang ditekankan tidak hanya nasionalisme saja, tetapi bahkan rasialisme dan rasisme yang sangat sangat kuat. Saking kuatnya nasionalisme sampai mereka membantai bangsa-bangsa lain yang dianggap lebih rendah.

Fasisme dikenal sebagai ideologi yang lahir dan berkembang subur pada abad ke-20. Ia menyebar dengan pesat di seluruh dunia pada permulaan Perang Dunia I, dengan berkuasanya rezim fasis di Jerman dan Italia pada khususnya, tetapi juga di negara-negara seperti Yunani, Spanyol, dan Jepang, di mana rakyat sangat menderita oleh cara-cara pemerintah yang penuh kekerasan..

Berhadapan dengan tekanan dan kekerasan ini, mereka hanya dapat gemetar ketakutan. Diktator fasis dan pemerintahannya yang memimpin sistem semacam itu di mana kekuatan yang brutal, agresi, pertumpahan darah, dan kekerasan menjadi hukum mengirimkan gelombang teror ke seluruh rakyat melalui polisi rahasia dan milisi fasis mereka, yang melumpuhkan rakyat dengan rasa takut.

Lebih jauh lagi, pemerintahan fasis diterapkan dalam hampir semua tingkatan kemasyarakatan, dari pendidikan hingga budaya, agama hingga seni, struktur pemerintah hingga sistem militer, dan dari organisasi politik hingga kehidupan pribadi rakyatnya. Pada akhirnya, Perang Dunia II, yang dimulai oleh kaum fasis, merupakan salah satu malapetaka terbesar dalam sejarah umat manusia, yang merenggut nyawa 55 juta orang.

Pelopor Ideologi Fasisme yaitu Nazisme Hitler dengan bukunya Mein Kampft, dan Mussolini dengan Doktrine of Fascism.Namun demikian, bukan berarti fasisme tidak memiliki ajaran. Setidaknya para pelopor fasisme meninggalkan jejak ajaran mereka perihal fasisme. Hitler menulis Mein Kampft, sedangkan Mussolini menulis Doktrine of Fascism. Ajaran fasis model Italia-lah yang kemudian menjadi pegangan kaum fasis didunia, karena wawasannya yang bersifat moderat.

Negara-negara yang pernah menganut Ideologi Fasisme adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Italia dan Jerman.

5.     Bangsa Indonesia wajib mempertahankan ideology pancasila

Ada beberapa alasan mengapa bangsa Indonesia berkewajiban mempertahankan ideology pancasila, yaitu sebagai berikut:

a)    Pancasila adalah dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia

b)    Pancasila adalah pemersatu bangsa.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s