pertemuan 5

Sikap Positif terhadap Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

1.     Sikap setia terhadap ideologi negara
a.    Makna Ideologi Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia
Sebagai cara hidup rakyat Indonesia, pancasila sesungguhnya telah melembaga dalam hidup masyarakat Indonesia sejak dahulu. Sila demi sila sesungguhnya digali dari kenyataan-kenyataan yang telah lama hidup dalam masyarakat di seluruh Nusantara. Perbedaan agama sejak dahulu tidak pernah menjadi rintangan bagi rakyat Nusantara untuk belerja sama dan bergaul secara rukun.
b.    Sikap setia terhadap Indonesia sebagai satu kesatuan tanah air
Cara kita memandang Indonesia dapat kita ketahui dari wawasan nusantara bangsa Indonesia. Wawasan Nusantara ialah cara pandang bangsa Indonesia tentang tentang Indonesia, yaitu bagaimana bentuk dan wujud Indonesia di mata bangsa Indonesia.
Wawasan nusantara menunjukkan kepada kita, apa dan bagaimana wujud Indonesia yang hendak kita bangun itu. Perwujudan Indonesia menurut wawasan nusantara ialah suatu kesatuan yang bulat dalam segala bidang. Indonesia merupakan kesatuan yang tidak dapat dipecah-pecahkan. Darat, laut, alam, dan manusia Indonesia yang tumbuh dan berkembanng di atsanya adalah satu. Kesatuan inilah yang harus kita jaga, kita bina, dan kita kembangkan dengan sempurna.

2.     Sikap dan perilaku yang sesuai dengan tatanan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Sebagai suatu tatanan nilai kehidupan berbangsadanbernegara, pancasila memiliki norma-norma yang harus ditaatioleh seluruh bangsa Indonesia. Beberapa tuntutan tersebut antaralain:
a)    Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban hidup sendiri-sendiri dan merupakan persatuan hidup.
b)    Tidak terjadi situasi yang memihak pada gollongan yang kuat atau yang penting
c)    Tidak terjadi dominasi dan tiranni mayoritas
d)    Yang diutamakan keselamatan maupun kesejahteraan, kebahagiaan keseluruhan(bangsa dan negara.
e)     Mengutamakan penunaian kewajiban daripada penuntutan pada hak-hak pribadi atau golongan
Tuntutan tersebut dioperasionalkan dalam bentuk perilaku di kehidupan sehari-hari. Adapun perilaku tersebut antara lain:
a)    Pemimpin negara maupun pejabat negara lainnya harus berperan sebagai sesepuh yangmengayomi seluruh warganya.
b)     Di dalam bertindak dan berperilaku selalu didasarkan pada pemikiran-pemikiran yang rasional dan bermutu tinggi, yang berarti tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat, tidak bertentangan dengan persatuan dan kesatuan, tidak bertentangan dengan dasar negara Pancasila, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
c)    Memperkecil perbedaan pendapat yang ada di masyarakat melalui musyawarah untuk memperolah konsensus.
d)    Dalam rangka mencapai pelaksanaanmusyawarah yang baik dan benarmaka kritik diperoleh dan dibenarkan akan tetapi kritik yang membangun.
e)     Sebagai pelestari dan pengembangan kebudayaan.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s